Jumat, 02 November 2012

askep klien dengan anemia


ASKEP KLIEN DENGAN ANEMIA

PENGKAJIAN

I.              IDENTITAS KLIEN
II.            RIWAYAT KESEHATAN
I.1 Riwayat Kesehatan Dahulu
v  Klien pernah mendapatkan atau menggunakan obat-obatan yang mempengaruhi sumsum tulang dan metabolisme asam folat.
v  Riwayat kehilangan darah kronis mis: perdarahan GI kronis, menstruasi berat(DB), angina, CHF (akibat kerja jantung berlebihan)
v  Riwayat endokarditis infektif kronis.
v  Riwayat pielonefritis, gagal ginjal.
v  Riwayat TB, abses paru.
v  Riwayat pekerjaan terpajan terhadap bahan kimia, mis: benzene, insektisida, fenil butazon, naftalen.
v  Riwayat terpajan pada radiasi baik sebagai pengobatan atau kecelakaan.
v  Riwayat kanker, terapi kanker.
v  Riwayat penyakit hati, ginjal, masalah hematologi, penyakit malabsorbsi, lan spt: enteritis regional, manifestasi caciong pita, poliendokrinopati, masalah autoimun.
v  Penggunaan anti konvulsan masa lalu / sekarang, antibiotic, agen kemoterapi, aspirin, obat  antiinflamasi, atau anti koagulan.
v  Adanya / berulangnya episode perdarahan aktif (DB)
v  Pembedahan sebelumnya: splenektomi, eksisi tumor, penggantian katup prostetik, eksisi bedah duodenum, reseksi gaster, gastrektomi parsial / total.

I.2 Riwayat Kesehatan Sekarang
v  Keletihan, kelemahan, malaise umum
v  Kebutuhan untuk tidur dan istirahat  lebih banyak.
v  klien mengatakan bahwa Ia Depresi
v  Sakit kepala
v  Nyeri mulut & lidah
v  Kesulitan menelan
v  Dyspepsia, anoreksia
v  Klien mengatakan BB menurun
v  Nyeri kepala,berdenyut, sulit berkonsentrasi
v  Penurunan penglihatan
v  Kemampuan untuk beraktifitas menurun
I.3 Riwayat  Kesehatan Keluarga
v  Kecendrungan keluarga untuk anemia.
v  Adanya anggota keluarga yang mendapat penyakit anemia congenital.
v  Keluarga adalah vegetarian berat.
v  Social ekonomi keluarga yang rendah.

III.           PEMERIKSAAN FISIK
III.1 Kardiologi
o   Kardiomegali , Hepatomegali
o   Edema perifer
o   Takikardi, palpitasi,
III.2 Pernafasan
Ø  Takipnea, orthopnea, dispnea.
III.3 Sirkulasi
Ø  TD: peningkatan sistolik dengan diastolic stabil & tekanan nadi melebar, hipotensi postural.
Ø  Bunyi jantung murmur sistolik (DB)
Ø  Ekstremitas: pucat pada kulit, dasar kuku, dan membrane mukosa,
Ø  Sclera biru atau putih seperti mutiara.
Ø  Pengisisan darah kapiler melambat
Ø  Kuku mudah patah dan berbentuk seperti sendok (koilonika) (DB)
Ø  Rambut kering, mudah putus, menipis, tumbuh uban secara premature
III.4 Gastrointestinal
o   Diare, muntah,
o   glositis (peradanagan lidah)
o   melena/ hematemesis
III.5 Neurologi
o   Parastesia
o   Ataksia
o   Koordinasi buruk
o   Bingung
III.6 Integuman
o   Mukosa pucat,kering
o   Kulit kering

IV.          PEMERIKSAAN PENUNJANG

IV.1 Pemeriksaan Diagnostik
·         Jumlah darah  lengkap JDL) : HB & HT menurun
o   Jumlah eritrosit : menurun (AP), menurun berat (aplastik), MCV & MCH menurun, & mikrositik  dg eritosit hipokromik (DB), peningkatan (AP), pansiitopenia (aplastik)
o   Jumlah retikulosit bervariasi :menurun(AP), meningkat (hemolisis)
o   Pewarnaan SDM: mendeteksi perubahan warna & bentuk (dapat mengindikasikan tipe khusus anemia)
o   LED : peningkatan menunjukkan adanya reaksi inflamasi
o   Massa hidup SDM : untuk membedakan diagnosa anemia
o   Tes kerapuhan eritrosit : Menurun (DB)
o   SDP : jumlah sel total sama dengan SDM (diferensial) mungkin meningkat (hemolitik) atau menurun (aplastik)
·         Jumlah trombosit : menurun (aplastik), meningkat (DB), normal/tinggi (hemolitik)
·         Hb elektroforesis : mengidentifikasi tipe struktur Hb
·         Bilirubin Serum (tidak terkonjugasi) : meningkat (AP, hemolitik)
·         Folat serum dan vit. B12 : membantu mendiagnosa anemia
·         Besi serum : tak ada(DB), tinggi (hemolitik)
·         TIBC serum : menurun (DB)
·         Masa perdarahan : memenjang (aplastik)
·         LDH serum : mungkin meningkat (AP)
·         Tes Schilling : penurunan eksresi vit. B12 urin (AP)
·         Guaiiac : mungkin positif untuk darah pada urin, feses, dan isi gaster, menunjukkan perdarahan akut/kronis (DB)
·         Analisa gaster : penurunan sekresi dengan peningkatann pH dan tak adanya asam hidrokolorik bebas (AP)
·         Aspirasi sum-sum tulang/pemeriksaan biopsy : sel mungkin tampak berubah dalam jumlah, ukuran, bentuk, membedakan tipe anemia
·         Pemeriksaan endoskopoi dan radiografik : memeriksa sisi perdarahan, perdaraha GI
                                  
Analisa data dan masalah keperawatan
No
Analisa data
etiologi
masalah
1.
DS:
·        klien mengeluhkan lemah
·        klien mengeluhkan sakit kepala
·        klien mengatakan bahwa terjadi penurunan urinnya
·        klien mengatakan ia sering merasakan berdebar-debar
·        klien mengatakan bahwa napasnya terasa sesak
DO:
·        kulit terlihat pucat
·        palpitasi, angina
·        nafas cepat
·        rambut kering, mudah putus, menipis, tumbuh uban secara prematur
·        Kuku mudah patah dan berbentuk seperti sendok (koilonika)
·        Pengisisan darah kapiler melambat
·        Edema perifer
·        Membrane mukosa kering
·        Ekstremitas dingin
·        Perubahan tekanan darah
Penurunan komponen pengangkut O2
Gangguan perfusi jaringan
2
DS:
·         Klien mengatakan bahwa ia merasakan lemah dan letih
·         Klien mengatakan klien menyatakan nyeri, sakit kepala
·         Klien mengatakan penglihatannya kabur
·         Klien menyatakan penurunan semangat utk bekerja
·         Klien menyatakan bahwa ia membutuhkan banyak tidur
·         Klien mengatakan mudah letih saat bekerja
DO:
·         Klien terlihat meringis menahan nyeri
·         Klien terlihat lesu, lemah
·         Klien terlihat mengatuk, ptosis
·         Kehilangan tonus otot
·         Palpitasi, takikardi, peningkatan TD
·         Parastesia, ataksia
ketidakseimbagan suplai & kebutuhan O2

Intoleransi Akatifitas
3
DS:
·         Klien mengeluh sulit menelan
·         Klien mengeluh tidak nafsu makan
·         Klien menyatakan mual
·         Klien mengatakan bahwa ia sering BAB/ diare
·         Klien mengeluh mulutnya terasa nyeri
DO:
·         Glositis
·         Mukosa Mulut kering, pecah-pecah
·         BB rendah
·         Klien terlihat lemah
·         Kulit kering dan pecah-pecah
gangguan pencernaan / ketidakmampuan mencerna/ menyerapnutrisi yang pentingdalam pembentukan SDM normal

Gangguan Nutisi Kurang dari kebutuhan tubuh






V.           RENPRA

Diagnosa Keperawatan :
D.X 1:  Gangguan perfusi jaringan b.d penurunan komponen pengangkut O2 Tujuan:  Peningkatan perfusi jaringan
K.H: menunjukan perfusi adekuat, mis: tanda vital stabil, membrane mukosa warna merah muda, pengisian kapiler baik, haluaran urine adekuat, mental seperti biasa.

Intervensi
Tindakan
Rasional
Mandiri
Awasi tanda vital, kaji pengisian kapiler, warna kulit/ membrane mukosa, dasar kuku

Memberikan informasi tentang derajt/ keadekuatan perfusi jaringan & membantu menentukan kebutuhan intevensi
Tinggikan kepala tempat tidur sesuai toleransi
Meningkatkan ekspansi paru & memaksimalkan oksigenasi untuk kebutuhan seluler.catt:kontraindikasi bila ada hipotenti
Awasi upaya pernapasan: auskultasi bunyi napas, perhatikan bunyi adventisus
Dispnea, gemercik menunjukanGJK karena regangan jantung lama / peningkatan kompensasi curah jantung.
Selidiki keluhan nyeri dada, palpitasi
Iskemia seluler mempengaruhi jaringan miokardial/ potensial resiko infark
Kaji untuk respon verbal melambat, mudah teransang, agitasi, gangguan memori, bingung
Dapat mengindikasikan gangguan fungsi serebral karena hipoksia/ defisiensi vit.B12
Orientasikan ulang pasien sesuai kebutuhan. Catat jadwal aktivitas pasien untuk dirujuk. Berikan waktu untuk berpikir, komunikasi, dan aktivitas
Membantu memperbaiki proses piker & kemampuam melakukan/ memperthankan kebutuhan AKS
Catat nkeluhan rasa dingin, perthankan suhu lingkungan & tubuh hangat sesuai indikasi
Vasokonstriksi menurunkan sirkulasi perifer. Kebutuhan rasa hangat harus seimbang dengan kebutuhan untuk menghindari panas berlebihan pencetus vasodilatasi
Hindari penggunaan bantalan penghangat / botol air hangat. Ukur suhu air mandi dengan thermometer
Termoreseptor jaringan dermal dangkal karena gangguan oksigen
Kolaborasi
Awasi pemeriksaan laboratorium, mis: Hb/Ht, &jumlah SDM, GDA.

Mengidentifikasi defisiensi & kebutuhan pengobatan/ respon terhadap nyeri
Berikan SDM lengkap/packed, produk darah sesuai indikasi, awasi komplikasi transfuse
Meningkatkan jumlah sel pembawa O2, memperbaiki defisiensi untuk menurunkan resiko perdarahan
Berikan tambahan O2 sesuai indikasi
Memaksimalkan transport O2 ke jaringan.
Siapkan intervensi pembedahan sesuai indikasi
Transplantasi sumsum tulang dilakukan pada kegagalan sumsum tulang/ anemia aplastik

D.X.2 Intoleransi Akatifitas b.d. ketidakseimbagan suplai & kebutuhan O2

Tujuan: kebutuhan aktifitas sehari-hari terpenuhi mandiri atau dengan bantuan orang lain.
K.H:  1. melaporkan peningkatan toleransi aktifitas (termasuk aktifitas sehari-hari). 2. menunjukan penurunan tanda fiosiologis intoleransi, mis: nadi, pernapasan, & TD masih dalam rentang normal.

Intervensi:
Tindakan
Rasional
Mandiri
Kaji kemampuan pasien untuk melakukan tugas normal, catat laporan kelelahan, keletihan, & kesulitan menyelesaikan tugas

Mempengaruhi pilihan intrvensi/ bantua
Kaji kehilangan / gangguan keseimbangan gaya jalan, kelemahan otot
Menunjukan perubahan neurology karena defisiensi vit B12 mempengaruhi keamanan pasien / resiko cidera
Awasi TD, pernapasan, selama & sesudah aktifitas. Catat respon terhadap tingkat aktifitas(mis: peningkatan denyut jantung/TD, disritmia, pusing, dispnea, takipnea, dsb)
Manifestasi kardiopulmonal dari upaya jantung & paru untuk membawa jumlah O2 adekuat kejaringan
Berikan lingkungan tenang. Pertahankan tirah baringbila diindikasikan. Pantau & batasi penunjung,telepon& gangguan berulang tindakan yang tidak direncanakan
Meningkatkan istirahat untuk menurunkan kebutuhan O2 tubuh & menurunkan regangan jantung&paru
Ubah posisi pasien dengan perlahan & pantau terhadap pusing
Hipotensi postural/ hipoksia serebral dapat menyebabkan pusing, berdenyut & peningkatan resiko cidera
Prioritaskan jadwal asuhan keperawatan utk meningkatkan istirahat
Mempertahankan tingkat energi & meningkatkan regangan pada system jantung & pernapasan
Berikan bantuan dlm aktivitas/ ambulasibila perlu, memungkinkan pasien utk melakukannya sebanyak mungkin
Membantu bila perlu, harga diri ditingkatkan bila kpasien melakukan sesuatu sendiri
Rencanakan kemajuan aktivitas dg pasien. Tingkatkan tingkat aktivitas sesuai toleransi
Meningkatkan secara bertahap tingkat aktivitas sampai normal & memperbaiki tonus otot/stamina tanpa kelemahan. Meningkatkan rasa harga diri & rasa terkontrol
Gunakan teknik penghematan energi,Mis: mandi dg duduk
Mendorong pasien melakukan banyak dg membatasi penyimpanan energi & mencegah kelemahan
Anjurkan pasien utk menghentikan akatifitas bila palpitasi, nyeri  dada, napas pendek, kelemahan, atau pusing
Regangan/stress kardiopulmonal berlebih/stress dpt menimbulkan dekompensasi/kegagalan.

D.X.3 Gangguan Nutisi Kurang dari kebutuhan tubuh b.d. gangguan pencernaan / ketidakmampuan mencerna/ menyerapnutrisi yang pentingdalam pembentukan SDM normal

Tujuan: memberikan kebutuhan nutrisi/cairan

K.H: Menunjukan peningkatan berat badan, atau berat badan stabil dengan nilai laboratorium normal.
Tidak mengalami tanda malnutrisi
Menunjukan perilaku, perubahan pola hidup untuk meningkatkan &/ mempertahankan BB yang sesuai

Intervensi:
Tindakan
Rasional
Mandiri
Kaji riwayat nutrisi termasuk makanan yang disukai

Mengidentifikasi defisiensi, menduga intervensi
Observasi & catat masukan makan pasien
Mengawasi masukan kalori/kualitas kekurangan konsumsi makanan
Timbang BB tiap hari
Mengawasi penurunan BB / efektifitas intervensi nutrisi
Berikan makanan sedikit & frekuensi sering
Makan sedikit dpt menurunkan kelemahan & meningkatkan pemasukan & juga mencegah distensi gaster
Observasi & catat kejaduian mual muntah, flatus & gejala lain yg berhubungan
Gejala GI dpt menunjukan efek anemia (hipoksia ) pd organ
Berikan & Bantu hygiene mulut yg baik
Meningkatkan nafsu makan & pemasukan oral, menurunkan pertumbuhan bakteri, meminimalkan resiko infeksi
Kolaborasi
Konsul pd ahli gizi

Membantu utk membuat rencana diet utk memenuhi kebutuhan individual
Pantau aktifitas labor
Meningkatkan efektifitas program pengobatan termasuk sumber diet nutrisi yg dibutuhkan
Berikan obat sesuai indikasi
Vitamin & suplemen mineral

Besi dextran (IV/IM)
Tambahan besi oral
Asam hidroklorida

Kebutuhan penggantian tergantung pd tipe anemia
Diberikan sampai deficit teratasi
Berguna pd tipe anemia defisiensi Fe
Mempunyai sifat absorbsi vit B12
Anti jamur/ pencuci mulut anestetik jika diindikasi
Mungkin diperlukanpd stomatitis/glositis. Utk meningkatkan penyembuhan jaringan mulut & memudahkan masukan
Berikan diet halus, rendah serat, hindari makanan pedas, terlalu asm atau sesuai indikasi.
Bila ada  lesi oral, nyeri dpt membatasi tipe makanan yg dpt ditoleransi pasien
Berikan suplemen nutrisi,mis: ensure, isocal
Meningkatkan masukan protein & kalori

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar